
BUKA FESTIVAL : Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, memukul gong sebagai tanda dimulainya Festival Pencak Silat Tradisional 2025 di Desa Tanjungpura, Minggu (10/8) malam.
KETAPANG, MENITNEWS.id – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, membuka Festival Pencak Silat Tradisional 2025, Minggu (10/8) malam. Acara yang dipusatkan di Desa Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan ini diikuti oleh ratusan pesilat dari berbagi penjuru Ketapang.
Alex yang merupakan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Barat mengapresiasi festival ini. Di mana dalam pelaksanaannya selalu mendapatkan sambutan hangat dari para pesilat dan pendekar.
“Suasana semarak dan penuh semangat membaur di Lapangan Desa Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan. Tahun demi tahun, penyelenggaraannya semakin meriah, menjadi bukti antusiasme masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan seni bela diri tradisional yang menjadi kebanggaan bangsa,” kata Alex.
Alex yang bergelar Pendekar Wira Utama ini mengungkapkan jika festival ini telah menjadi agenda tahunan sejak tiga tahun lalu.
“Semoga melalui festival ini, kita semakin bersemangat dan termotivasi untuk menjaga tradisi leluhur serta budaya yang diwariskan, khususnya pencak silat, gendang tar hadrah, dan tarian tradisional,” harapnya.
Baginya, pencak silat tradisional bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi bagian dari jati diri dan identitas bangsa. “Silat melekat dengan budaya kita. Ia adalah warisan, kehormatan, dan harga diri yang harus kita rawat. Adat, budaya, dan tradisi adalah jati diri dan harga diri kita,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Alex menawarkan kepada para kepala desa untuk mengusulkan diri sebagai tuan rumah Festival Pencak Silat Tradisional 2026.
Menurutnya, pencak silat tradisional memiliki ruang tersendiri di hati masyarakat. “Silat tradisional menjangkau hingga ke pelosok kampung dan hadir dalam berbagai kegiatan adat, termasuk pernikahan. Pencak silat hidup, tumbuh, dan berkembang seiring napas kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
Dia menyebut bahwa menjaga dan membangkitkan pencak silat adalah amanah dari para pendekar. “Pencak silat adalah satu-satunya tradisi bela diri asli bangsa Indonesia. Mari kita bumikan pencak silat hingga mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” ajaknya.
Selain festival ini, dia juga merencanakan Jambore Pencak Silat se-Kabupaten Ketapang pada Oktober mendatang untuk memeriahkan HUT ke-80 TNI.
“Selamat berkompetisi kepada para pendekar. Junjung tinggi sportivitas, persaudaraan, dan kehormatan, serta jadikan ini ajang silaturahmi,” pesannya.
Tahun ini, festival didedikasikan untuk memeriahkan HUT ke-80 RI. Acara pembukaan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Ketapang, di antaranya Ketua DPRD Ketapang, Dandim 1203, dan pejabat di lingkungan Pemkab Ketapang. (*)
